namun nyatanya ingatan ini kembali melayang padamu
jikalau bayang wajahmu dapat kuenyahkan, pasti akan kulakukan sedari dulu
tapi entah mengapa, awan selalu berkonspirasi membentuk wajahmu
jika katamu hati ini adalah rumahmu, mengapa kau tak kunjung pulang?
kepergianmu akan selalu menyisakan duka
hangat pelukmu di senja itu masih terasa, sayang
masih kuingat betapa beratnya aku melepasmu pergi,
yang ternyata tak kunjung kembali
bahkan burung gagak yang mengembara pun akhirnya pulang,
mengapa kau tak juga datang?
tak dapat lagi kuungkapkan betapa lambatnya waktu berjalan tanpa dirimu
musim silih berganti, namun aku masih menutup diri
kuyakinkan diriku sendiri bahwa kamu akan pulang, cinta
walau ku tak akan pernah tahu kapan...
salam hangat,
wanita yang menunggumu di setiap senja
No comments:
Post a Comment
if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: