"What are you thinking about?"
"Umm... just wondering why people love to mock something that different from their views, yet they do that thing later, anyway."
"And that thing, like what?"
"Well... let say that I have uncommon thing that useful actually. They mock it first, but when they see I use it, they want to use it anyway. Even then when they use it, they keep mocking it anyway."
"So are you mad about this? How do you figure this thing then?"
"No, I'm not mad at all. It's okay."
"Why?"
"I don't know... maybe because they're humans, and I'm human too."
Friday, October 17, 2014
Friday, October 3, 2014
pentingnya pendidikan, dari sudut pandang saya...
beberapa waktu lalu saya sempat berbincang dengan seorang bapak. setelah perbincangan awal, beliau tahu bahwa saya adalah seorang mahasiswa tingkat akhir. bapak itu terdiam sebentar kemudian berkata, "anak saya tidak mau kuliah", dengan ekspresi yang sukar ditebak.
entah mengapa saya merasakan ada sedikit kesedihan yang tersampaikan. kesedihan orang tua terhadap anaknya yang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. padahal, mungkin saja si bapak rela bekerja lebih giat asalkan anaknya bersedia untuk kuliah.
saya bersyukur masih memiliki keinginan untuk berkuliah. dan saya sangat bersyukur orang tua saya masih bersedia membiayai saya kuliah. memiliki anak yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenjang pendidikan sang orang tua, mungkin adalah impian hampir semua orang tua.
mungkin teman-teman yang tengah menempuh pendidikan S1 pernah disarankan untuk lanjut kuliah ke S2. beberapa di antara kalian mungkin sudah ada yang melanjutkan. namun terkadang saran orang tua menghadirkan keraguan tersendiri bagi kita. apakah saya harus lanjut kuliah? atau bagaimana?
saya mencoba memahami mengapa orang tua menekankan pentingnya pendidikan terhadap anak-anaknya. memang benar gelar yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan pada instansi tertentu, namun bukan itu tujuan pendidikan yang sebenarnya. pendidikan berbicara mengenai kesempatan belajar. ia memberikan kita celah untuk mengembangkan diri, belajar lebih banyak mengenai dunia, dan meningkatkan literasi. saya yakin pada prinsipnya apapun yang kita pelajari, itu akan memberikan kita pengalaman lebih dibandingkan mereka yang tidak belajar. pengalaman dan pengetahuan inilah (yang seharusnya) menjadikan diri kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi. ini bukan masalah ingin menjadi pintar, tetapi menjadi cerdas. tidak hanya masalah nilai, tetapi juga mengenai karakter diri sendiri. kemudian, kesempatan belajar bersama menawarkan relasi yang sangat baik. sebagai makhluk sosial, relasi yang baik ini niscaya akan mendatangkan hal yang bermanfaat bagi manusia.
oleh karena itu saya percaya pendidikan dapat meningkatkan taraf hidup manusia, dengan belajar mereka dapat bertahan di tengah arus globalisasi dan segudang permasalahan sosial lainnya. pola pikir yang berkembang akan membantu kita untuk menjalani hidup dengan pola yang lebih baik lagi.
jadi sebenarnya saya salut dengan teman-teman yang semangat melanjutkan pendidikannya. bagi kalian yang berkesempatan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. saya yakin belajar tidak akan pernah mendatangkan hal yang merugikan, selama kita bersungguh-sungguh dalam menjalaninya. dengan demikian orang tua kita bangga dan bahagia karena melihat anaknya berkesempatan untuk menjalani hidup dengan taraf lebih baik, bukan karena panjangnya gelar yang kita peroleh.
NB: ini hanyalah sudut pandang saya yang juga sedang berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa pendidikan memang menawarkan kesempatan hidup yang lebih baik. jikalau tidak sesuai dengan keyakinan teman-teman, silahkan diabaikan :)
Subscribe to:
Posts (Atom)