rumah
bukan tempat di mana aku mendapat segalanya
bukan pula tempat di mana aku selalu mendapat kebahagiaan
bukan tidak pernah aku bersedih di sana
dan tidak semua pintaku terjawab olehnya
namun rumah
adalah di mana tempat hati ini berpulang
di mana ia dikelilingi orang-orang tercinta
tanpa harus mengemis dan memaksa
tak harus indah
sepanjang hati ini nyaman
dengan suasana yang tercipta
ketika rumah itu terlalu jauh untuk kuraih
bolehkah kau juga ku sebut rumah?
Monday, November 19, 2012
Tuesday, November 13, 2012
terimakasih karena Engkau selalu ada :)
hari ini, kembali aku berkunjung ke rumahMu
setelah sekian lama aku merasa terasingkan oleh apa yang aku miliki
yang selalu aku ceritakan kepadaMu
semua kegelisahanku, yang kadang berujung dengan tangis
namun tetap kuselipkan ucapan terimakasihku
dari lubuk hati yang paling dalam
belakangan ini, jarak yang ada di antara kita sungguh terasa
aku yakin bukan Kau yang menjauh
karena sebenarnya, Kau selalu ada di dalam hatiku
memerhatikan setiap gerak-gerikku
dan Kau akan selalu tersenyum setiap aku melakukan kebodohan
yang menurutMu sangat bisa untuk tidak dilakukan
Kau sungguh sahabat yang baik
dan orang tua yang bijak
dengan sabar Kau membimbingku
menerima setiap kedatanganku ke rumahMu
sekalipun aku seperti anak kecil
dengan noda lumpur di sekujur tubuh
tersenyum polos saat menginjakkan kaki di rumahMu
dengan lembut Kau selalu membersihkanku kembali
sayangnya aku tetap melakukan kebodohan yang sama
tetapi sesering itu pula Kau sabar menghadapi diriku
terimakasih, terimakasih
karena selalu menerimaku kembali
mendengar semua ceritaku, permintaanku, keluh kesahku
terimakasih karena Engkau selalu ada di dalam hatiku
setelah sekian lama aku merasa terasingkan oleh apa yang aku miliki
yang selalu aku ceritakan kepadaMu
semua kegelisahanku, yang kadang berujung dengan tangis
namun tetap kuselipkan ucapan terimakasihku
dari lubuk hati yang paling dalam
belakangan ini, jarak yang ada di antara kita sungguh terasa
aku yakin bukan Kau yang menjauh
karena sebenarnya, Kau selalu ada di dalam hatiku
memerhatikan setiap gerak-gerikku
dan Kau akan selalu tersenyum setiap aku melakukan kebodohan
yang menurutMu sangat bisa untuk tidak dilakukan
Kau sungguh sahabat yang baik
dan orang tua yang bijak
dengan sabar Kau membimbingku
menerima setiap kedatanganku ke rumahMu
sekalipun aku seperti anak kecil
dengan noda lumpur di sekujur tubuh
tersenyum polos saat menginjakkan kaki di rumahMu
dengan lembut Kau selalu membersihkanku kembali
sayangnya aku tetap melakukan kebodohan yang sama
tetapi sesering itu pula Kau sabar menghadapi diriku
terimakasih, terimakasih
karena selalu menerimaku kembali
mendengar semua ceritaku, permintaanku, keluh kesahku
terimakasih karena Engkau selalu ada di dalam hatiku
Monday, November 12, 2012
Jakarta Hati
Jakarta Hati
a film by Salman Aristo
saya harus berterima kasih pada salah satu event film internasional yakni Jogjakarta-Asean Film Festival (JAFF) 2011 kemarin karena telah mengenalkan saya kepada sebuah karya seni yang simpel, namun begitu nyata. sebuah karya cantik oleh Salman Aristo; Jakarta Maghrib.
Jakarta Maghrib adalah sebuah omnibus yang terdiri atas empat cerita. tetapi, saya tidak akan membahas sinopsis Jakarta Maghrib di sini.
yang saya ingin sampaikan adalah bahwa saya sungguh menggemari film omnibus arahan Salman Aristo. setelah dibuat terkagum-kagum oleh Jakarta Maghrib, kali ini Salman Aristo kembali membuat saya semakin menggemari karyanya, dengan menghadirkan Jakarta Hati terhitung sejak awal November kemarin.
tetapi (lagi), saya tidak akan membahas sinopsis Jakarta Hati di sini. saya hanya ingin menyampaikan beberapa komentar mengenai film ini.
yang menarik perhatian saya pertama kali adalah Salman Aristo kembali mengangkat Jakarta sebagai domain utama dari film ini. mungkin, Salman Aristo adalah seseorang yang paham bahwa kehidupan Jakarta menyimpan berbagai cerita yang layak untuk difilmkan. dan tentunya, ia adalah seseorang yang sangat kreatif dalam membuat film ini dari segi cerita.
saya menyukai ide-idenya untuk memfilmkan kisah-kisah yang simpel, tidak bercerita dalam setting waktu berhari-hari, namun penuh makna. ia tidak menampilkan pesan ceritanya secara eksplisit. Salman Aristo sungguh membuat kita memutar otak untuk menebak akhirnya, ceritanya atau pesan yang ingin disampaikan. by the way, banyak sekali pelajaran moral yang dapat kita ambil dari enam cerita di Jakarta Hati ini.
Omnibus Salman Aristo kali ini terdiri dari Orang Lain, Masih Ada, Hadiah, Kabar Baik, Dalam Gelap dan Darling Fatimah. cerita favorit saya adalah Orang lain dan Dalam Gelap. sungguh, Orang Lain ini mampu membuat kita berpikir kembali permasalahan mengenai sikap kita dalam suatu hubungan asmara. dan untuk Dalam Gelap, entahlah, I just love to watch it. atau mungkin saya menyukainya karena cerita ini disajikan dalam satu scene tanpa cut, sama seperti Menunggu Aki di Jakarta Maghrib. atau mungkin karena ceritanya yang lumayan menohok.
seperti yang telah saya ungkapkan di awal, ide cerita di kedua film ini sangat nyata dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. inilah yang membuat saya menyukai karyanya, karena pesannya yang cukup mengena bahkan menohok di hati.
film Jakarta Hati ini sangat recommended!
a film by Salman Aristo
saya harus berterima kasih pada salah satu event film internasional yakni Jogjakarta-Asean Film Festival (JAFF) 2011 kemarin karena telah mengenalkan saya kepada sebuah karya seni yang simpel, namun begitu nyata. sebuah karya cantik oleh Salman Aristo; Jakarta Maghrib.
Jakarta Maghrib adalah sebuah omnibus yang terdiri atas empat cerita. tetapi, saya tidak akan membahas sinopsis Jakarta Maghrib di sini.
yang saya ingin sampaikan adalah bahwa saya sungguh menggemari film omnibus arahan Salman Aristo. setelah dibuat terkagum-kagum oleh Jakarta Maghrib, kali ini Salman Aristo kembali membuat saya semakin menggemari karyanya, dengan menghadirkan Jakarta Hati terhitung sejak awal November kemarin.
tetapi (lagi), saya tidak akan membahas sinopsis Jakarta Hati di sini. saya hanya ingin menyampaikan beberapa komentar mengenai film ini.
yang menarik perhatian saya pertama kali adalah Salman Aristo kembali mengangkat Jakarta sebagai domain utama dari film ini. mungkin, Salman Aristo adalah seseorang yang paham bahwa kehidupan Jakarta menyimpan berbagai cerita yang layak untuk difilmkan. dan tentunya, ia adalah seseorang yang sangat kreatif dalam membuat film ini dari segi cerita.
saya menyukai ide-idenya untuk memfilmkan kisah-kisah yang simpel, tidak bercerita dalam setting waktu berhari-hari, namun penuh makna. ia tidak menampilkan pesan ceritanya secara eksplisit. Salman Aristo sungguh membuat kita memutar otak untuk menebak akhirnya, ceritanya atau pesan yang ingin disampaikan. by the way, banyak sekali pelajaran moral yang dapat kita ambil dari enam cerita di Jakarta Hati ini.
Omnibus Salman Aristo kali ini terdiri dari Orang Lain, Masih Ada, Hadiah, Kabar Baik, Dalam Gelap dan Darling Fatimah. cerita favorit saya adalah Orang lain dan Dalam Gelap. sungguh, Orang Lain ini mampu membuat kita berpikir kembali permasalahan mengenai sikap kita dalam suatu hubungan asmara. dan untuk Dalam Gelap, entahlah, I just love to watch it. atau mungkin saya menyukainya karena cerita ini disajikan dalam satu scene tanpa cut, sama seperti Menunggu Aki di Jakarta Maghrib. atau mungkin karena ceritanya yang lumayan menohok.
seperti yang telah saya ungkapkan di awal, ide cerita di kedua film ini sangat nyata dan dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. inilah yang membuat saya menyukai karyanya, karena pesannya yang cukup mengena bahkan menohok di hati.
film Jakarta Hati ini sangat recommended!
(sejujurnya saya sedih ketika saya menonton di Cinema 21 tadi. bangku yang terisi hanya 20 dari jumlah bangku yang ada. padahal karya Salman Aristo ini sungguh layak untuk ditonton; unik, bernilai dan tentunya tidak sembarangan)
Fortune Teller
lagi-lagi saya menampilkan lirik dari salah satu lagu Maroon 5 di album terbarunya, Overexposed. lagu ini mungkin belum sepopuler Payphone, One More Night atau Daylight, tapi mungkin lumayan mengasyikkan untuk didengarkan. oh ya, dan saya juga menyukai liriknya (as usual). apa adanya :)
Fortune Teller
Maroon 5
I'm not a fortune teller
I won't be bringing news
Of what tomorrow brings
I'll leave that up to you
I’m not a fortune teller
Don't have a crystal ball
I can't predict the future
Can’t see nothin’ at all
It doesn't mean I'm afraid of all the things that you say
But I just think we should just stay
Stuck in the moment today
And as the seasons roll by no matter how hard I try
Summer will end and the leaves will turn again
I don't know why you’re acting like this
I don't know why you had to do it again
Why’d you have to go and ruin the night
Don't worry about tomorrows mess
I'll never know how the future will go
I don't know what to tell ya, I'm not a fortune teller
I'll never change but I want you to stay
I don't know what to tell ya, I'm not a fortune teller
I don't like watchin’ tv
I don't know what it all means
And your American dream
Baby it just isn't me
I know that what i'm thinking
May not be on your mind
I know the song I'm singing
Is not your favorite kind
It doesn't mean I'm afraid of all the things that you say
But I just think we should just stay
Stuck in the moment today
And as the seasons roll by no matter how hard I try
Summer will end and the leaves will turn again
I don't know why you’re acting like this
I don't know why you had to do it again
Why'd ya have to go and ruin the night
Don't worry about tomorrows mess
I'll never know how the future will go
I don't know what to tell ya, I'm not a fortune teller
I'll never change but I want you to stay
I don't know what to tell ya, I'm not a fortune teller
This feeling, keeps growing
These rivers keep flowing
How can I have answers
When you drown me in questions
I’ll never know how the future will go
I don't know what to tell ya, I'm not a fortune teller
I'll never change but I want you to stay
I don't know what to tell ya, I'm not a fortune teller
(lyric source: metro lyrics - fortune teller)
It doesn't mean I'm afraid of all the things that you say
But I just think we should just stay
Stuck in the moment today
And as the seasons roll by no matter how hard I try
Summer will end and the leaves will turn again
I don't know why you’re acting like this
I don't know why you had to do it again
Why’d you have to go and ruin the night
Don't worry about tomorrows mess
I'll never know how the future will go
I don't know what to tell ya, I'm not a fortune teller
I'll never change but I want you to stay
Sunday, November 11, 2012
detak jarum jam
aku bertanya-tanya mengapa jarum jam begitu mantap untuk melangkah
tidakkah mereka ingin beristirahat? rutukku dalam hati
bagaimana bisa mereka menentukan hidupku
membatasi gerak-gerikku
dan mengikatku untuk mematuhinya?
mereka berjalan dengan konstan
namun memberikan perubahan yang begitu berarti
waktu demi waktu terlewati
mengantarkan malam pulang dan kembali menjemput pagi
jarum-jarum itu
hanya menggeser waktu, tidak lebih
tidak merubah isi semesta
terlebih lagi memberi harapan
mereka mendorong kita kepada gerbang pertanyaan
akan apa yang akan terjadi esok
bahkan mereka tak peduli
akan apa yang terjadi
mereka terus melangkah, dan melangkah
egoiskah mereka?
tidakkah mereka ingin beristirahat? rutukku dalam hati
bagaimana bisa mereka menentukan hidupku
membatasi gerak-gerikku
dan mengikatku untuk mematuhinya?
mereka berjalan dengan konstan
namun memberikan perubahan yang begitu berarti
waktu demi waktu terlewati
mengantarkan malam pulang dan kembali menjemput pagi
jarum-jarum itu
hanya menggeser waktu, tidak lebih
tidak merubah isi semesta
terlebih lagi memberi harapan
mereka mendorong kita kepada gerbang pertanyaan
akan apa yang akan terjadi esok
bahkan mereka tak peduli
akan apa yang terjadi
mereka terus melangkah, dan melangkah
egoiskah mereka?
Friday, November 9, 2012
Thursday, November 8, 2012
Ternyata
jangan ingkari bahwa kamu pernah merasa sendiri. jangan ingkari pula bahwa kamu pernah merasa lemah, gagal dan ingin menyerah.
akan ada suatu masa di mana kamu merasakan bahwa hidupmu sangat mudah. kamu hanya perlu berlari-lari kecil sambil tersenyum, dan dunia akan menyanyikan senandung indahnya untukmu.
dan ada suatu masa di mana gayung tak bersambut. seakan sang kelabu berusaha menutup cahaya matahari yang biasa kamu temui. ketika kupu-kupu tak lagi mengiri langkahmu. senandung ceria tak lagi terdengar, digantikan oleh bisikan angin yang menyayat hati. dunia seakan-akan menutup diri darimu. sanggupkah kamu bertahan?
percayalah bahwa kamu mampu. yakinkan dirimu bahwa kamu akan melewati semua hal buruk dengan semua ketegaran yang kamu miliki. perjuangkan apa yang menurutmu pantas diperjuangkan. enyahkan semua apa yang menurutmu patut untuk dienyahkan. raih kembali cahayamu. singkirkan awan kelabu itu dan mainkan kembali musik ceriamu.
saat kamu berhasil, kamu akan menyadari bahwa ternyata kamu adalah seseorang yang hebat. lebih dari apa yang kamu pikirkan. jauh dari apa yang mereka cemooh. jauh dari apa yang kamu pahami sebelumnya. dan mungkin, kamu akan melihat dirimu yang baru.
(tercetus setelah merenung tentang semangat hidup)
Subscribe to:
Posts (Atom)
