aku merasa sangat beruntung lahir di zaman seperti ini.
mungkin banyak yang pernah mendengar cerita dari orang tua atau kakek neneknya, bahwa zaman mereka, menjalani hidup sehari-hari membutuhkan semangat dan perjuangan yang tinggi. mereka rela bekerja keras demi menyambung hidup. berbekal harapan akan masa depan anaknya yang lebih cerah, mereka bekerja tanpa pernah mengeluh. demi kehidupan keluarga yang lebih baik, mereka rela mengotori diri, demi sesuap nasi.
di zaman seperti sekarang pun, orang tua kita sejatinya sangat bekerja keras untuk kehidupan keluarga kecilnya. dengan berbedanya zaman, maka tuntutan anak pun berbeda-beda. jika dahulu cukup dengan makan dan sekolah, sekarang hal-hal itu hanya sebatas kebutuhan primer. kebutuhan sekunder tampak lebih mendominasi dibandingkan kebutuhan primer. dan, orang tua kita masih rela bekerja keras demi memenuhi segala keinginan kita. memang, tak ada yang mampu mengalahkan kasih sayang orang tua kepada anaknya. meski mereka sadar bahwa suatu hari nanti mereka akan ditinggal pergi, namun tangan renta mereka akan selalu siap menyambut buah hatinya kala senja.
sebagian dari kita hanya tinggal meminta. makan, sekolah, pakaian, serta segala kebutuhan kita.. orang tua kitalah yang berusaha. berbeda dengan zaman dahulu, untuk membeli sesuatu pun kita harus turut bekerja. dan kenyatannya, sebagian dari kita masih harus bekerja seperti itu demi sekedar makan, atau menyambung kehidupan.
ya, nasib orang memang berbeda-beda. bersyukurlah kita yang hanya ditugaskan untuk mengenyam pendidikan. karena orang tua kita, dan teman-teman kita di luar sana harus berjuang mati-matian - sekali lagi - hanya untuk sesuap nasi.
maaf, bukan maksud untuk memberikan ceramah sok hebat. hanya menyajikan seiris renungan senja.