terkadang saya berpikir bahwa tantangan terbesar dalam hidup saya adalah diri saya.
--
orang-orang sekitar kita memang bisa berubah menjadi menyebalkan secara tiba-tiba. cuaca juga kerap tidak mendukung agenda yang hendak kita laksanakan.
kamu sudah hati-hati mengendarai motor, tetap saja terkena cipratan genangan hujan oleh kendaraan sebelah. sudah datang janjian tepat waktu, tapi orang yang ditunggu justru datang terlambat.
begitulah, kita tidak akan pernah mengontrol apa yang akan terjadi pada kita. yah, dapat dikaitkan dengan nasib, kalau kata orang. hal-hal tak terduga memang kerap mendatangkan masalah. karena tidak bisa mengendalikan setiap hal, sebaiknya jangan terlalu memaksakan tenaga kita untuk menciptakan segala sesuatu menjadi sempurna. masalah akan selalu ada. saya yakin sekali akan itu.
jadi mari kita berpindah fokus pada diri kita: bagaimana cara kita mengantisipasi atau mengatasi masalah. dan ini adalah tantangan terbesar dalam hidup kita. mengenali diri sendiri. mengetahui hal apa yang menjadi titik kuat dan titik lemah kita. menyesuaikan diri dengan dinamika hidup yang sangat tak menentu.
kamu sudah tahu kan? mengintrospeksi diri, mengubah karakter yang buruk, mempertahankan sikap yang baik, ternyata susah. menegur teman menjadi hal yang sangat mudah dibandingkan dengan menegur diri sendiri. seandainya saja kita bisa selalu membawa cermin besar sehingga kita mengetahui apa yang harus diperbaiki. tetapi, sebagian dari kita masih enggan atau tidak terbiasa melakukan introspeksi diri. bisa jadi karena malas, atau takut menghadapi kenyataan bahwa diri kita tak sebaik yang kita kira.
apa hubungan introspeksi diri kita dengan masalah di sekitar kita?
kalau menurut saya, jika kita sudah mengenali dan mampu mengendalikan diri kita dengan baik, maka masalah yang kita hadapi tidaklah seberat yang seharusnya. kita lebih mampu untuk berpikir dan mengatasi masalah kita, dengan cara yang disesuaikan dengan diri kita.
parahnya, sebenarnya tidak hanya lingkungan yang tiba-tiba bisa mendatangkan masalah bagi kita. diri kita sendiri juga berpotensi menghadirkan masalah bagi kita. hanya karena satu hal tidak penting dan kita tidak memahami diri kita, hal tersebut menjadi masalah bagi kita. oleh karena itu, introspeksi diri akan membantu kita mengenali diri kita sendiri, dan mengatasi masalah, atau bahkan mengubah masalah menjadi sesuatu yang tidak bermasalah.
--
saya adalah salah satu orang yang sedikit sulit untuk berubah. bisa dibilang keras pendirian (atau justru keras kepala?). terkadang saya sudah mengetahui apa masalah dalam diri saya, tetapi rasa enggan dan kadang-kadang, bahkan, rasa malu ketika menyadari saya tidak sebaik apa yang saya pikirkan masih ada.
saya juga mengetahui bahwa mengubah hal-hal buruk dalam diri kita itu sulit. di satu titik, kita akan merasa bahwa semua ini baik-baik saja dan tidak perlu dipusingkan. namun saat berada di titik rendah, kita akan merasa bahwa sebenarnya masih ada hal-hal dalam diri kita yang harus kita perbaiki.
--
jadi, apakah menurutmu introspeksi diri adalah hal yang mudah?
--
kemudian, saya berpikir bahwa orang yang bahagia bukan berarti orang yang tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya. hanya saja, mereka tahu bagaimana caranya bereaksi yang tepat. mereka paham bagaimana harus bersikap dan mengatasi masalah mereka. hasilnya? mereka menjadi orang yang bahagia dan menikmati hidupnya.
memahami diri kita sama dengan menikmati hidup. ikuti arusnya dan bertahan dengan baik saat mengalami rintangan. siapa yang tidak mau hidupnya bahagia?
saya, sebagai orang yang sulit berubah, menulis catatan ini sebagai pengingat bagi diri saya sendiri untuk introspeksi diri.
semoga bermanfaat ;)