hari ini, saya dan teman-teman KKN saya membicarakan keberangkatan adik-adik angkatan (dan mungkin teman-teman) yang menghadiri upacara pelepasan KKN. otomatis hal ini mengingatkan saya akan pengalaman KKN kami satu tahun lalu.
 |
| tempat favorit saya di Desa Tetebatu: Bendungan Ulem-ulem |
tidak terasa sudah setahun lalu kami berangkat ke Desa Tetebatu, Lombok Timur untuk mengabdi. katakanlah kami mengabdi, walaupun sejatinya KKN adalah mata kuliah wajib yang bernilai 3 sks. bedanya dengan KKN tahun ini adalah tahun lalu kami berangkat di akhir Juni, sehingga pada saat puasa teman-teman sudah berada di lokasi KKN. pada tahun ini, mereka yang berpuasa dan berangkat KKN harus berpuasa selama perjalanan. belum lagi mereka yang KKN di pelosok, yang menempuh berbagai macam transportasi darat, laut, dan udara. semoga saja perjalanan mereka tetap terasa menyenangkan. saya salut dengan mereka yang tetap berpuasa di tengah perjalanan yang jauh dan lama.
 |
| bersama sub unit Dusun Lingkung Leuk |
sampai saat ini, saya masih merasa bangga mendapat kesempatan untuk melaksanakan program KKN. tidak hanya kebanggaan, namun ada banyak pengalaman dan kebahagiaan yang saya peroleh. saya bangga bisa membantu penduduk desa ke arah yang lebih baik. saya dan teman-teman merasa sangat senang jika program-program yang kami jalankan mendapat antusiasme dan partisipasi yang tinggi dari masyarakat. saya senang bisa menginjakkan kaki di Pulau Lombok, pulau yang sejatinya hanya terpisahkan satu selat dari tanah kelahiran saya. saya senang bisa memiliki keluarga baru hingga saat ini, yakni teman-teman KKN dan warga Desa Tetebatu.
 |
| saat mengisi libur Lebaran dengan berkunjung ke Lombok Tengah |
ketika berbicara mengenai pengalaman, saya ingin sekali banyak bercerita. akan tetapi, semua terlalu panjang untuk dituturkan dalam kata. saya belajar banyak mengenai cara bekerjasama dengan dua puluh sembilan orang dengan watak dan pemikiran yang berbeda. saya jadi mengetahui dinamika penduduk desa dalam suasana politik tertentu (pada saat saya KKN, di Desa Tetebatu sedang ada pemilihan kepala desa). saya belajar banyak dari keseharian penduduk yang sederhana dan apa adanya. lokasi KKN saya memang termasuk pelosok, tetapi masih dapat dijangkau dengan kendaraan biasa. namun, saya juga merasakan apa yang teman-teman lain rasakan di lokasi KKN-nya; berjalan kaki dengan jarak tempuh yang tidak pendek, terguncang di bak mobil terbuka setiap hendak menuju dusun penempatan masing-masing sub unit, minim sinyal telepon seluler, tidak ada hiburan televisi, dan lain sebagainya. KKN benar-benar memberikan segudang pengalaman berharga bagi saya, yang tidak mampu untuk saya sebutkan satu per satu.
 |
| bersiap ke kaki Gunung Rinjani untuk program penanaman pohon |
kebersamaan kami saat KKN masih selalu saya kenang dengan bangga, bahagia, rindu, dan bercampur dengan haru. kami melewati masa-masa susah dan senang selama dua bulan. tidak jarang kami beradu pendapat, kesal satu sama lain, namun toh akhirnya itu adalah fase normal di dalam sebuah kelompok dan pasti akan terlewati. kami tertawa bersama, menghabikan waktu menyenangkan dengan saling bercerita. kami merasa dekat dengan warga sekitar yang telah bersedia menerima kami apa adanya. ribuan foto telah kami abadikan untuk mengenang semua pengalaman yang telah kami alami.
KKN bukan sekedar tugas mata kuliah 3 sks. KKN adalah sebuah pengalaman berharga yang tak akan pernah terlupakan. pengalaman KKN tak akan pernah habis untuk dikenang, ditertawakan bersama, dan dirindukan. sepengetahuan saya, teman-teman saya dari kelompok KKN lain juga merasakan hal yang sama. teman-teman terdekat saya selalu menceritakan pengalaman KKN dengan penuh rasa bangga, bukan dengan rutukan-rutukan yang menjatuhkan. namun, hal ini relatif dan memang tergantung pada lokasi KKN, teman-teman satu kelompok, dan faktor lain. mungkin saja, banyak teman-teman di luar sana yang justru merasakan hal yang sebaliknya.
 |
| bersama anak-anak SD 3 Tetebatu dan staf pengajar |
saat saya menulis ini, rasa rindu saya semakin meletup-letup. ingin sekali saya menjejakkan kaki kembali di Desa Tetebatu bersama teman-teman. saya rindu menatap sosok Gunung Rinjani yang gagah dari sisi bendungan Ulem-ulem. saya rindu hawa dingin yang selalu mendorong saya untuk menggulung diri di dalam selimut. saya rindu beramai-ramai menaiki mobil bak terbuka untuk mencapai dusun penempatan masing-masing. saya rindu berbuka puasa bersama, dan (kalau tidak ngantuk) ikut sahur di pagi hari. saya rindu dengan senyuman warga sekitar dan obrolan yang kini tersimpan dalam ingatan. saya rindu mengajar di SD dan disambut anak-anak yang berebutan untuk bersalaman.
saya merindukan semua hal yang terjadi selama KKN.
selamat KKN bagi teman-teman yang akan berangkat (atau sudah berangkat) di minggu ini. semoga semua berjalan lancar dan kalian mendapat pengalaman yang luar biasa berharga. selamat kembali mengenang masa-masa indah setahun yang lalu, bagi kita yang telah mengecap pahit manisnya dua bulan hidup bersama keluarga baru di tempat yang tidak terpikirkan sebelumnya :)