kemudian mereka berlari ke sana kemari. ada yang berkelahi, menjahili temannya, atau duduk-duduk di depan kelas. anak-anak laki-laki biasanya bermain sepak bola, sementara anak-anak perempuan berdiri melingkar, membicarakan sesuatu yang diselingi dengan tawa.

terkadang aku kesulitan untuk
mengajar mereka. namun dengan sabar, aku mengulang materi yang telah kusampaikan di depan kelas. kuajarkan pula mereka cara memegang pensil dan menulis huruf vokal. ada yang cepat belajar, ada yang masih kebingungan. ada juga yang hanya memperhatikan teman-temannya belajar, namun enggan untuk belajar.
yang tak akan pernah aku lupa adalah sambutan hangat mereka. antusiasme mereka dalam mengikuti program-program yang kami adakan. sambutan mereka yang ramah. wajah bahagia mereka setiap kami ke sekolah. ejekan, pantun, dan candaan yang dilontarkan. semua terekam jelas dalam ingatan.
sebuah ingatan yang memanggil. sebuah kenangan yang manis.sebuah undangan untuk datang kembali dan merengkuh mereka; melakukan hal yang dulu terlaksana, dan bernostalgia.
Catatan tim KKN di Desa Tetebatu, Lombok Timur
Juli-Agustus 2013
