Thursday, January 19, 2012

kita, menikmati senja

aku menelusuri selasar sebuah pusat perbelanjaan di Malioboro dengan langkah tergesa.
mencoba mencari sosokmu. mataku menjelajahi setiap sudut yang ada, sementara jemariku dengan lincahnya menari di atas tombol-tombol mungil itu. memperhatikan huruf yang bermunculan di layar.
untuk pertama kalinya aku berjalan seorang diri di pusat kota budaya ini, menerobos barisan orang demi menemukan dirimu.
tak sabar, kamu menghubungiku namun tak mampu mengutarakan posisimu. aku tertawa, memaklumi.
mendengar celotehanmu yang mirip anak hilang.

dan voila! setelah beberapa kali aku harus bolak balik berjalan, aku melihat sosokmu.
di tepi jalan, mencari sosokku yang kamu pikir ada di seberang sana.
seperti menyadari kedatanganku, kamu berbalik dan tersenyum ceria kepadaku.
kita berpelukan, ditengah bisingnya kendaraan, hiruk pikuk pasar, bahkan godaan tukang becak di sebelah.
aku tertawa. kamu juga. senang rasanya kita bisa berkumpul kembali.
kita menyeberang jalan, dan memutuskan untuk duduk sejenak melepas kerinduan dalam sebuah cafe.

kamu tak berubah. masih menyenangkan seperti dulu.
masih dengan terbuka menceritakan semuanya.
dan aku pun begitu.
dengan mudahnya kata-kata terluncur, tanpa ada keheningan.
tawa, ejekan dan gurauan pun melebur begitu indah.
tidak ada yang berubah, ya?
itu membuatku senang, mungkin lebih menyenangkan dari yang aku sadari.
mengingat, mengenang dan menertawakan masa lalu.

setelah satu jam berlalu, kamu pun harus beranjak.
ah sayang, mengapa hanya sesaat kita di sini, di kota idaman kita dulu.
seandainya aku bisa lebih lama bersamamu. seandainya kita bisa bersama di kota ini.
mungkin, hidupku akan jauh lebih berwarna daripada sekarang.

masih dengan perasaan tak rela, aku menemanimu, menumpang becak, menembus aroma senja.
semua mengingatkanku pada masa lalu. ketika kita bersama-sama, dengan segenap usaha, untuk bisa bersama-sama di Jogja.
hari-hari kita yang sangat menyenangkan. hari yang sebenarnya berat namun kita lalui dengan canda tawa.

lalu inilah saatnya. aku memelukmu erat dan melambaikan tangan padamu yang kian menjauh.
kembali, aku menumpangi becak, dan melihat langit senja.
entah kenapa hari ini sangat melegakan. langit terlihat berbeda dan begitu cerah.
aku mengucap syukur padaMu, karena Kau mempertemukan aku dengannya, di kota yang penuh kenangan ini.

jarak kembali membentang di antara kita.
tapi satu hal yang takkan pernah terhapus oleh jarak;
kita begitu menikmati senja hari ini.

Monday, January 9, 2012

stay fabulous, my sporty one ;)

halo Angelina Anjar Sawitri, alias Arme.
sudah dua puluh tahun berlalu sejak kau terlahir di bumi ini, apa kau sudah merasa cukup dewasa? bahagia?
atau malah sedikit tidak ikhlas untuk menginjak usia di kepala dua?
ah syukurilah kawan, kau masih bisa hidup sehat, bahagia dan dikelilingi oleh orang-orang terkasih.

selamat ulang tahun, Arme. sahabatku yang jujur, kreatif dan baik hati tentunya.
sahabat yang selalu berusaha memberikan pandangan objektif dalam permasalahan.
'tukang jepret' yang selalu dipuja oleh rekan-rekan.

semoga kau selalu diberkahi oleh Tuhan, semoga selalu berada dalam lindunganNya.
maaf aku tak mampu memberi kata nan puitis dan kado nan gemerlap.

salam hangat,

seorang mungil dengan logat Bali yang khas.