well guys, happy holiday! akhirnya liburan yang dinanti-nanti datang juga. tapi pasti saja akan ada pertanyaan untuk diri sendiri: mau apa selama liburan ini?
salah satu jawaban terbaik dari pertanyaan di atas yakni menonton film. kebosanan atau keseloan saat liburan dapat teratasi dengan menonton film-film komedi. untuk kali ini, pilihan saya pun jatuh pada film Ted.
TED (2012)
directed by Seth MacFarlane
starring Mark Wahlberg, Mila Kunis, Seth MacFarlane
satu lagi motion picture yang dihadirkan untuk menghibur penonton dengan berbagai joke yang rough dan berbau seks. yap, meskipun salah satu tokoh utamanya adalah Ted alias Teddy Bear - yang dikenal sebagai boneka yang menggemaskan - namun cerita yang disajikan ternyata jauh dari kata menggemaskan. Ted sendiri berkisah mengenai kehidupan John Bennett (Mark Wahlberg) yang hidup dengan boneka beruangnya sedari kecil, Ted (Seth MacFarlane). Ted sendiri bukanlah boneka biasa, melainkan boneka yang akhirnya hidup atas permohonan John di hari Natal, agar Ted bisa menjadi sahabatnya selamanya. John sendiri merupakan anak yang tidak memiliki teman, sehingga sampai John dewasa, Ted selalu menjadi sahabat baiknya.
seperti cerita persahabatan lainnya, tokoh utama pasti akan mengalami suatu konflik yang menyebabkan mereka akhirnya berpisah. konflik ini pun mulai muncul ketika kekasih John, Lori Collins (Mila Kunis) merasa bahwa mereka tidak memiliki privasi karena Ted selalu hadir bersama mereka. dari sinilah, sejumlah permasalahan di antara John dan Ted terjadi.
Ted memang membawa kita kepada kehidupan laki-laki dewasa yang liar, dibumbui dengan aroma seks dan alkohol. sehingga dalam film ini, Ted tidak nampak sebagai sosok yang menggemaskan, sekalipun secara fisik ia tampak lucu dan polos.
menurut saya, film ini memang menawarkan unsur komedi yang cukup mengocok perut, namun terlalu vulgar dalam lelucon seksnya sehingga terkadang menimbulkan persepsi disguisting. sehingga, jangan pernah menonton film ini bersama anak di bawah umur, sekalipun mereka tertarik dan penasaran dengan penampilan si Ted.
jalan cerita Ted ini sungguh mudah ditebak, dan terlalu mengagungkan unsur keajaiban. sama halnya dengan keajaiban yang membuat Ted hidup, maka dalam beberapa scene lain, keajaiban juga memegang peranan yang menentukan alur dan ending dari film ini.
namun setidaknya, Ted bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang kita. just take the humor, please! ;)
Saturday, January 26, 2013
Wednesday, January 23, 2013
nostalgia
sore tadi tidak terlalu cerah. awan mendung membuat sore ini tampak lebih suram. dan seperti biasa, gerah. rasa gerah yang selalu muncul setiap kali hujan akan turun.
selagi tidak ada kerjaan, kuputuskan untuk mengayuh sepeda di rumah. sepeda ini sungguh tak mendapat perhatian; rem belakangnya pun blong alias tak berfungsi untuk menghentikan laju sepeda. syukurlah rem depan masih berguna, yang kembali memantapkan niatku untuk berkeliling.
aku teringat bagaimana semangatku ketika duduk di sekolah dasar. biasanya aku selalu mengandalkan sepeda untuk pergi ke sekolah. rute yang kutempuh kali ini adalah rute menuju SD-ku. pemandangannya tidak berubah, tidak ada rumah yang bertambah di sisi jalannya.
kubelokkan sepedaku ke arah utara. dulu, biasanya aku disambut dengan tembok yang dibalut tanaman menjalar. masih kuingat tanaman buah yang sangat kusukai, entah apa namanya. buahnya seperti markisa, namun kecil seperti anggur dengan rambut di kulitnya. rasanya unik! kata ayahku itu makanan ular, tapi aku dan teman-temanku justru gemar menyantapnya.
ada juga buah berwarna merah yang dulu disebut buah 'pas-pasan'. aku tak tahu dari mana nama itu muncul, namun buah itu adalah 'senjata' bagi kami untuk menjahili teman-teman. apabila dilempar dan mengenai suatu benda, buah itu akan pecah dan meninggalkan noda merah. inilah alasan mengapa buah pas-pasan selalu diburu oleh anak-anak dan dilempar kesana kemari.
namun ketika aku melewatinya, tembok-tembok itu bersih dari tanaman. yah, memang sudah dari beberapa tahun yang lalu tembok ini bersih. mungkin empunya sudah bosan akan ancaman ular yang merayap di temboknya.
kususuri jalan yang membentang ke utara. jalan ini telah diaspal dengan baik, tidak seperti dahulu. bolong di sana sini. jadi kami tak bisa ngebut menaiki sepeda, atau resikonya akan terjungkal ke parit kecil di sisi jalan.
aku bersyukur sawah-sawah hijau ini masih ada dan tidak terganggu sedikit pun. di kejauhan tampak gunung Agung yang puncaknya sudah tertutup awan. nampaknya ini adalah musim pertengahan padi, sehingga tumbuhan padi masih tampak hijau dan lentur tertiup angin. beberapa orang masih berada di sawah, entah memupuki lahannya atau memetik bunga. hal yang dulu selalu kulihat setiap kali aku pulang sekolah.
aku berpapasan dengan sejumlah anak-anak yang tidak aku kenal. maklum, usia mereka jauh berada di bawahku sehingga aku tidak pernah melihatnya. mereka juga tengah bersepeda, sama seperti yang aku lakukan. kemudian aku melewati 'bale timbang', semacam balai kecil yang biasanya digunakan untuk beristirahat atau mampir sejenak. ini menjadi tempat favoritku dulu, ketika bersepeda di saat subuh bersama teman-teman. dengan sabarnya, kami akan menanti fajar muncul di ufuk timur, di sisi gunung Agung yang perkasa itu.
aku terus mengayuh sepedaku hingga kulewati kuburan di belokan jalan. kuburan ini menjadi hal yang biasa aku lewati di siang hari sedari aku kecil. tidak ada yang berubah; masih tetap rindang.
hingga akhirnya, aku berhenti di depan SD-ku.
SD itu masih sama, penuh kenangan tersendiri bagiku. ayunan dan perosotan itu masih ada. ruang-ruang kelas sudah jauh lebih baik dan tidak berlantai ubin seperti dahulu. bangunannya jauh lebih kokoh, halamannya jauh lebih rapi dan hijau. tidak ketinggalan tiang untuk net voli di tengah sana pun masih berdiri dengan kokohnya. dulu kami sering menggunakannya, tapi justru untuk bermain bulutangkis.
aku menatap sekolah ini sambil menerawang. kuingat bagaimana aku bermain petak umpet di sana, bermain kasti - yang kerap tanpa alas kaki - atau bermain maling-malingan. kuhabiskan masa kecilku di sana, di mana aku belajar dan bermain dengan teman-teman yang nama-namanya nya aku ingat hinggat saat ini.
kulihat sejumlah murid tengah bermain di lapangan. nampaknya mereka sedang istirahat di sela-sela les tambahan. les tambahan ini memang terasa sangat menyenangkan karena kami tak perlu mengenakan seragam dan membawa sedikit buku. suasananya pun jauh lebih santai dan ringan.
matahari sudah semakin merangkak ke arah barat. kukayuh kembali sepedaku ke rumah dengan senyum mengembang. setelah sekian tahun berlalu.... semuanya masih sama, dan kenangan itu masih ada :)
selagi tidak ada kerjaan, kuputuskan untuk mengayuh sepeda di rumah. sepeda ini sungguh tak mendapat perhatian; rem belakangnya pun blong alias tak berfungsi untuk menghentikan laju sepeda. syukurlah rem depan masih berguna, yang kembali memantapkan niatku untuk berkeliling.
aku teringat bagaimana semangatku ketika duduk di sekolah dasar. biasanya aku selalu mengandalkan sepeda untuk pergi ke sekolah. rute yang kutempuh kali ini adalah rute menuju SD-ku. pemandangannya tidak berubah, tidak ada rumah yang bertambah di sisi jalannya.
kubelokkan sepedaku ke arah utara. dulu, biasanya aku disambut dengan tembok yang dibalut tanaman menjalar. masih kuingat tanaman buah yang sangat kusukai, entah apa namanya. buahnya seperti markisa, namun kecil seperti anggur dengan rambut di kulitnya. rasanya unik! kata ayahku itu makanan ular, tapi aku dan teman-temanku justru gemar menyantapnya.
ada juga buah berwarna merah yang dulu disebut buah 'pas-pasan'. aku tak tahu dari mana nama itu muncul, namun buah itu adalah 'senjata' bagi kami untuk menjahili teman-teman. apabila dilempar dan mengenai suatu benda, buah itu akan pecah dan meninggalkan noda merah. inilah alasan mengapa buah pas-pasan selalu diburu oleh anak-anak dan dilempar kesana kemari.
namun ketika aku melewatinya, tembok-tembok itu bersih dari tanaman. yah, memang sudah dari beberapa tahun yang lalu tembok ini bersih. mungkin empunya sudah bosan akan ancaman ular yang merayap di temboknya.
kususuri jalan yang membentang ke utara. jalan ini telah diaspal dengan baik, tidak seperti dahulu. bolong di sana sini. jadi kami tak bisa ngebut menaiki sepeda, atau resikonya akan terjungkal ke parit kecil di sisi jalan.
aku bersyukur sawah-sawah hijau ini masih ada dan tidak terganggu sedikit pun. di kejauhan tampak gunung Agung yang puncaknya sudah tertutup awan. nampaknya ini adalah musim pertengahan padi, sehingga tumbuhan padi masih tampak hijau dan lentur tertiup angin. beberapa orang masih berada di sawah, entah memupuki lahannya atau memetik bunga. hal yang dulu selalu kulihat setiap kali aku pulang sekolah.
aku berpapasan dengan sejumlah anak-anak yang tidak aku kenal. maklum, usia mereka jauh berada di bawahku sehingga aku tidak pernah melihatnya. mereka juga tengah bersepeda, sama seperti yang aku lakukan. kemudian aku melewati 'bale timbang', semacam balai kecil yang biasanya digunakan untuk beristirahat atau mampir sejenak. ini menjadi tempat favoritku dulu, ketika bersepeda di saat subuh bersama teman-teman. dengan sabarnya, kami akan menanti fajar muncul di ufuk timur, di sisi gunung Agung yang perkasa itu.
aku terus mengayuh sepedaku hingga kulewati kuburan di belokan jalan. kuburan ini menjadi hal yang biasa aku lewati di siang hari sedari aku kecil. tidak ada yang berubah; masih tetap rindang.
hingga akhirnya, aku berhenti di depan SD-ku.
SD itu masih sama, penuh kenangan tersendiri bagiku. ayunan dan perosotan itu masih ada. ruang-ruang kelas sudah jauh lebih baik dan tidak berlantai ubin seperti dahulu. bangunannya jauh lebih kokoh, halamannya jauh lebih rapi dan hijau. tidak ketinggalan tiang untuk net voli di tengah sana pun masih berdiri dengan kokohnya. dulu kami sering menggunakannya, tapi justru untuk bermain bulutangkis.
aku menatap sekolah ini sambil menerawang. kuingat bagaimana aku bermain petak umpet di sana, bermain kasti - yang kerap tanpa alas kaki - atau bermain maling-malingan. kuhabiskan masa kecilku di sana, di mana aku belajar dan bermain dengan teman-teman yang nama-namanya nya aku ingat hinggat saat ini.
kulihat sejumlah murid tengah bermain di lapangan. nampaknya mereka sedang istirahat di sela-sela les tambahan. les tambahan ini memang terasa sangat menyenangkan karena kami tak perlu mengenakan seragam dan membawa sedikit buku. suasananya pun jauh lebih santai dan ringan.
matahari sudah semakin merangkak ke arah barat. kukayuh kembali sepedaku ke rumah dengan senyum mengembang. setelah sekian tahun berlalu.... semuanya masih sama, dan kenangan itu masih ada :)
Sunday, January 13, 2013
are you gonna be fine with that?
![]() |
| taken from: http://love.catchsmile.com/wp-content/uploads/2011/06/Alone-47.jpg |
are you gonna be fine with that?
with your new space, with your new chances
and with what you left behind
are you gonna be fine with that?
cause I'm not, I'm not
I count the steps that you toke
remember how you breathe, how you smile
repeat what you said, what you did
when I should let you go
and you never turned around
while I'm looking for a way to get back
to be with you, only with you
are you gonna be fine with that?
Friday, January 11, 2013
hei-ho, Narelle!
selamat pagi, Narelle. pagi ini nampaknya kau belum terbangun, ya? aku memang baru mengenalmu sejak beberapa hari yang lalu. sejak kau datang dengan segenap kekuatanmu dan membuatku bertanya, what's going on?
ada yang berbeda sejak kedatanganmu. mungkin langit tampak lebih cerah, dan hujan berhenti untuk mencurahkan dirinya. kekuatanmu justru mendorong si awan kelabu menjauh. namun suaramu justru mengingatkanku pada hujan dan membuatku terus menerus melihat ke arah jendela. kau mampu membuat pepohonan bersuara begitu riuh. kau begitu kuat, dan sejujurnya menimbulkan ketakutan tersendiri.
aku tahu kamu tidak akan berlama-lama di sini, Narelle. senang bisa mengetahui dan mempelajari dirimu. tapi selama kau di sini, tolong perhatikan keselamatan orang, ya? cukup kau goyahkan pepohonan itu, dan jangan sampai kau robohkan. dan aku iba melihat nelayan yang batal melaut karenamu. berikan mereka kesempatan untuk mencari nafkah, ya? mari bersahabat, Narelle!
ada yang berbeda sejak kedatanganmu. mungkin langit tampak lebih cerah, dan hujan berhenti untuk mencurahkan dirinya. kekuatanmu justru mendorong si awan kelabu menjauh. namun suaramu justru mengingatkanku pada hujan dan membuatku terus menerus melihat ke arah jendela. kau mampu membuat pepohonan bersuara begitu riuh. kau begitu kuat, dan sejujurnya menimbulkan ketakutan tersendiri.
aku tahu kamu tidak akan berlama-lama di sini, Narelle. senang bisa mengetahui dan mempelajari dirimu. tapi selama kau di sini, tolong perhatikan keselamatan orang, ya? cukup kau goyahkan pepohonan itu, dan jangan sampai kau robohkan. dan aku iba melihat nelayan yang batal melaut karenamu. berikan mereka kesempatan untuk mencari nafkah, ya? mari bersahabat, Narelle!
Tuesday, January 8, 2013
pilu
karena dada ini sesak setiap melihatmu. hati ini perih setiap mendengar ucapanmu. mata ini berkaca-kaca setiap mengingatmu. bahkan, ketika kamu jauh seperti ini pun, kamu masih mampu membuatku pilu. menyimpan rindu yang menggebu, berharap lekang oleh waktu.
sudahlah, kamu terlalu lama bersemayam dalam hidupku.
sudahlah, kamu terlalu lama bersemayam dalam hidupku.
Monday, January 7, 2013
Thursday, January 3, 2013
pangeran dalam mimpi
selamat malam pangeran
kita berjumpa lagi untuk kesekian kali
kau masih di sana dengan senyum manis
dalam mimpi
sama seperti hari kemarin
wahai pangeran
sosokmu begitu indah untuk ditinggalkan
kau terlalu sempurna, jika boleh aku menyebutnya begitu
betapa inginnya aku menyentuhmu
jikakah kau mampu mendengar detak jantungku
merasakan gejolak dalam diri
yang menarik raga ini kepadamu
pangeran, tahu kah kau?
aku benci ketika pagi menjelang
ketika sosokmu mengabur dan hilang begitu saja
tergantikan oleh sang mentari dengan senyumnya yang sama setiap hari
menyadarkanku bahwa kau hanya sebatas mimpi
yang tak mungkin diraih
dan betapa senangnya aku ketika malam tiba
di kala aku bisa menatapmu
merengkuhmu dalam angan
tanpa terbangun, dan tak tergantikan dengan kehidupan
perih itu selalu datang ketika kau pergi
membuatku tersadar bahwa kau hanya ada dalam pikir
tersembunyi jauh di dalam hati
dari hari ke hari...
hingga akhirnya kau mati
menghapus harap yang lama terpatri
selamat malam, wahai pangeranku :)
kita berjumpa lagi untuk kesekian kali
kau masih di sana dengan senyum manis
dalam mimpi
sama seperti hari kemarin
wahai pangeran
sosokmu begitu indah untuk ditinggalkan
kau terlalu sempurna, jika boleh aku menyebutnya begitu
betapa inginnya aku menyentuhmu
jikakah kau mampu mendengar detak jantungku
merasakan gejolak dalam diri
yang menarik raga ini kepadamu
pangeran, tahu kah kau?
aku benci ketika pagi menjelang
ketika sosokmu mengabur dan hilang begitu saja
tergantikan oleh sang mentari dengan senyumnya yang sama setiap hari
menyadarkanku bahwa kau hanya sebatas mimpi
yang tak mungkin diraih
dan betapa senangnya aku ketika malam tiba
di kala aku bisa menatapmu
merengkuhmu dalam angan
tanpa terbangun, dan tak tergantikan dengan kehidupan
perih itu selalu datang ketika kau pergi
membuatku tersadar bahwa kau hanya ada dalam pikir
tersembunyi jauh di dalam hati
dari hari ke hari...
hingga akhirnya kau mati
menghapus harap yang lama terpatri
selamat malam, wahai pangeranku :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
