sore tadi tidak terlalu cerah. awan mendung membuat sore ini tampak lebih suram. dan seperti biasa, gerah. rasa gerah yang selalu muncul setiap kali hujan akan turun.
selagi tidak ada kerjaan, kuputuskan untuk mengayuh sepeda di rumah. sepeda ini sungguh tak mendapat perhatian; rem belakangnya pun blong alias tak berfungsi untuk menghentikan laju sepeda. syukurlah rem depan masih berguna, yang kembali memantapkan niatku untuk berkeliling.
aku teringat bagaimana semangatku ketika duduk di sekolah dasar. biasanya aku selalu mengandalkan sepeda untuk pergi ke sekolah. rute yang kutempuh kali ini adalah rute menuju SD-ku. pemandangannya tidak berubah, tidak ada rumah yang bertambah di sisi jalannya.
kubelokkan sepedaku ke arah utara. dulu, biasanya aku disambut dengan tembok yang dibalut tanaman menjalar. masih kuingat tanaman buah yang sangat kusukai, entah apa namanya. buahnya seperti markisa, namun kecil seperti anggur dengan rambut di kulitnya. rasanya unik! kata ayahku itu makanan ular, tapi aku dan teman-temanku justru gemar menyantapnya.
ada juga buah berwarna merah yang dulu disebut buah 'pas-pasan'. aku tak tahu dari mana nama itu muncul, namun buah itu adalah 'senjata' bagi kami untuk menjahili teman-teman. apabila dilempar dan mengenai suatu benda, buah itu akan pecah dan meninggalkan noda merah. inilah alasan mengapa buah pas-pasan selalu diburu oleh anak-anak dan dilempar kesana kemari.
namun ketika aku melewatinya, tembok-tembok itu bersih dari tanaman. yah, memang sudah dari beberapa tahun yang lalu tembok ini bersih. mungkin empunya sudah bosan akan ancaman ular yang merayap di temboknya.
kususuri jalan yang membentang ke utara. jalan ini telah diaspal dengan baik, tidak seperti dahulu. bolong di sana sini. jadi kami tak bisa ngebut menaiki sepeda, atau resikonya akan terjungkal ke parit kecil di sisi jalan.
aku bersyukur sawah-sawah hijau ini masih ada dan tidak terganggu sedikit pun. di kejauhan tampak gunung Agung yang puncaknya sudah tertutup awan. nampaknya ini adalah musim pertengahan padi, sehingga tumbuhan padi masih tampak hijau dan lentur tertiup angin. beberapa orang masih berada di sawah, entah memupuki lahannya atau memetik bunga. hal yang dulu selalu kulihat setiap kali aku pulang sekolah.
aku berpapasan dengan sejumlah anak-anak yang tidak aku kenal. maklum, usia mereka jauh berada di bawahku sehingga aku tidak pernah melihatnya. mereka juga tengah bersepeda, sama seperti yang aku lakukan. kemudian aku melewati 'bale timbang', semacam balai kecil yang biasanya digunakan untuk beristirahat atau mampir sejenak. ini menjadi tempat favoritku dulu, ketika bersepeda di saat subuh bersama teman-teman. dengan sabarnya, kami akan menanti fajar muncul di ufuk timur, di sisi gunung Agung yang perkasa itu.
aku terus mengayuh sepedaku hingga kulewati kuburan di belokan jalan. kuburan ini menjadi hal yang biasa aku lewati di siang hari sedari aku kecil. tidak ada yang berubah; masih tetap rindang.
hingga akhirnya, aku berhenti di depan SD-ku.
SD itu masih sama, penuh kenangan tersendiri bagiku. ayunan dan perosotan itu masih ada. ruang-ruang kelas sudah jauh lebih baik dan tidak berlantai ubin seperti dahulu. bangunannya jauh lebih kokoh, halamannya jauh lebih rapi dan hijau. tidak ketinggalan tiang untuk net voli di tengah sana pun masih berdiri dengan kokohnya. dulu kami sering menggunakannya, tapi justru untuk bermain bulutangkis.
aku menatap sekolah ini sambil menerawang. kuingat bagaimana aku bermain petak umpet di sana, bermain kasti - yang kerap tanpa alas kaki - atau bermain maling-malingan. kuhabiskan masa kecilku di sana, di mana aku belajar dan bermain dengan teman-teman yang nama-namanya nya aku ingat hinggat saat ini.
kulihat sejumlah murid tengah bermain di lapangan. nampaknya mereka sedang istirahat di sela-sela les tambahan. les tambahan ini memang terasa sangat menyenangkan karena kami tak perlu mengenakan seragam dan membawa sedikit buku. suasananya pun jauh lebih santai dan ringan.
matahari sudah semakin merangkak ke arah barat. kukayuh kembali sepedaku ke rumah dengan senyum mengembang. setelah sekian tahun berlalu.... semuanya masih sama, dan kenangan itu masih ada :)
No comments:
Post a Comment
if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: