hai semua, selamat hari raya Idul Fitri ya! selamat berkumpul dengan keluarga. saya minta maaf atas kesalahan saya yang sudah-sudah. kalau kata orang, mari kita kembali ke titik nol lagi :D
btw.. ini sudah bulan Juli, ya. dan saya.... belum lulus juga (hiks ini agak sedih). teman-teman seangkatan saya yang kuliah di berbagai universitas sudah banyak yang memperoleh gelar sarjananya. saya? masih berjuang bersama teman-teman saya yang lain. mohon doanya ya semoga semua dipermudah hihihi.
syukurnya Lebaran kali ini saya bisa berkumpul dengan keluarga. tapi di tahun tua mahasiswa seperti ini, pertanyaan yang kadang saya malas untuk jawab adalah "kapan lulus?"
pertanyaan ini selalu muncul, utamanya dari keluarga. iya, saya paham itu salah satu bentuk perhatian... tapi tentunya dengan tidak mengintimidasi dong, hehe. menurut saya pribadi, proses penyusunan skripsi antarmahasiswa tidak bisa dibandingkan sama sekali. absolutely not. makanya kadang saya enggan menjelaskan ketika saya dibandingkan dengan mahasiswa lain dari jurusan, universitas, dan daerah yang berbeda, seangkatan namun sudah lulus duluan. banyak orang yang tidak mau tahu prosesnya; mereka hanya ingin tahu hasilnya. perjuangan masing-masing orang untuk skripsi kan beda, bro. jadi yah... kalau mau menyamakan, agak tidak adil rasanya. tapi lama-lama kemudian saya jadi sudah mulai cuek. bukannya cuek mau lulus kapan, tapi kalau pertanyaan serupa terlontar... lebih baik jawab dengan template, "iya, sebentar lagi. masih nyusun!" dengan senyum yang paling lebar.
sejujurnya saya sedikit malu untuk pulang karena belum lulus. paling malu sama orang tua sih hehe. bukan karena malas menghadapi pertanyaan kapan lulus tadi. tapi setelah saya pikir-pikir, mereka akan tetap bertanya mengenai perbedaan fase kehidupan kita. sudah lulus, pasti akan ditanya kapan kerja, atau kapan lanjut kuliah. sudah kerja, ditanya kapan nikah. sudah nikah, ditanya kapan mau punya anak... dan seterusnya sampai kehidupan kita sudah stabil kali ya, hehe. jadi mau bagaimanapun juga kita akan tetap harus menjawab pertanyaan seperti itu. kapan, kapan, dan kapan?
ya syukurnya yang bertanya kepada saya masih dengan nada yang memotivasi. duh, kalau kalian pernah mengalami hal serupa namun pertanyaannya terdengar menyakitkan hati... abaikan saja. jadikan motivasi saja kalau kita bisa melakukan hal yang lebih baik dari yang mereka pikir. just keep going! no one can really understand about what we've been going through but ourself. peribahasanya anjing menggonggong khafillah berlalu (eh ini bener nggak sih?) yah begitulah maksud saya.
so.. kalau kalian sedang berkumpul bersama keluarga dan menghadapi pertanyaan serupa, I'm sure you know what to answer. good luck!
No comments:
Post a Comment
if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: