kepada temanku,
aku rasa kita memulai hubungan kita dengan cara yang salah. semua terasa janggal ketika tawa kita tak lagi lepas. terasa perih ketika masing-masing menahan diri untuk menyapa pagi. menghitung lambat ketika masing-masing saling menunggu berbalas pesan singkat.
kepada kesayanganku,
kita bagai dua insan yang terpisah oleh kaca tebal. berada dalam ruang hampa tanpa batas. memandangi diri satu sama lain, ketika jemari kita memaksa untuk bertaut di dinding kaca yang dingin. sekeras apapun aku berteriak, kamu tidak akan pernah mendengar kalimatku. sekeras apapun aku membentur sekat ini, aku tak akan bisa menyentuhmu. sepertinya sudah rencana Tuhan kita hidup di dua dunia berbeda.
apa kita memang benar diciptakan untuk ada satu sama lain? apa kita hanya diberi kesempatan untuk menikmati indahnya satu sama lain tanpa harus memiliki?
mungkin kita terlalu egois untuk memaksakan kehendak masing-masing. usaha kita sia-sia, seperti menyatukan minyak dengan air. kita adalah langit dan bumi, yang saling bersama sepanjang hari, namun tak akan pernah bisa bersatu.
oleh karena itu, cintaku,
ketahuilah bahwa aku rela melepasmu pergi. jelajahilah langit biru nan luas, sementara aku akan tetap setia dengan hangatnya bumi. panggilah namaku jika kamu rindukan aku. hembuskan angin rindu jika kamu merasa sepi sendiri. kan ku tanamkan sejuta pohon untuk dapat hirup udaramu. kan kusediakan laut luas untukmu agar kau bisa menghadirkan hujan. sungai panjang nan indah siap mengalirkan hujanmu kembali ke laut. dan begitulah seterusnya. kamu akan selalu ada untuk aku, dan aku kan selalu ada untukmu. aku kan selalu menjadi bagian dari hidupmu. meskipun kasihku, kisah kita tak akan pernah menyatu.
No comments:
Post a Comment
if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: