Judul Film: Java Heat
Sutradara: Conor Allyn
Artis: Kellan Lutz, Ario Bayu, Atiqah Hasiholan dan Mickey Rourke
Produksi: IFC Films dan IM Global
Tahun rilis: 2013
Durasi: 103 menit
Bahasa: Inggris
kedua, film ini mengambil latar di Indonesia, khususnya Yogyakarta. dengan perasaan sedikit bangga karena sejumlah aktor Indonesia mengambil peran di sini, saya pun menonton Java Heat dengan berbagai ekspektasi. apakah film action-drama ini akan dipuji selayaknya The Raid yang melibatkan Iko Uwais? karena saya masih ingat betul, betapa banyaknya orang yang mengelu-elukan film The Raid dan sang tokoh utamanya.
kisah film ini bermula dari sebuah ledakan bom yang terjadi di sebuah pesta yang dihadiri oleh putri Sultan, yakni Sultana (Atiqah Hasiholan). Sultana pun diduga tewas berdasarkan penemuan mayat yang dirasa mirip dengan Sultana. Jake Travers (Kellan Lutz), seorang anggota Angkatan Laut Amerika yang menyembunyikan identitasnya sebagai asisten dosen di sebuah perguruan tinggi, diperiksa oleh Densus 88, yakni Hashim. Jake merupakan saksi dalam pesta tersebut dan sempat berbicara dengan Sultana. selang waktu berjalan, identitas Jake pun terbongkar dan ia pun akhirnya bekerja sama dengan Hashim, untuk membongkar kasus pengeboman tersebut, yang ternyata merupakan rencana dari beberapa kelompok, yakni pencuri perhiasan internasional, Malik (Mickey Rourke) dan teroris yang mengatasnamakan Jihad, yakni Achmed (Mike Lucock).
karena genre film ini adalah action-drama, otomatis adegan-adegan layaknya film action memang tidak terlalu mendominasi dalam Java Heat. unsur cerita dan drama juga tampak menonjol di film arahan Conor Allyn ini. bahkan, terkadang saya sedikit tertawa melihat tindak tanduk Jake Travers yang sembrono dan sedikit mengganggu penyelidikannya sendiri. adegan action dalam film ini memang tidak membuat kita tegang sebagai penonton, dan adegan-adegan yang ditampilkan pun tidak sesadis adegan dalam The Raid.
hampir sepenuhnya film ini menggunakan bahasa Inggris. selain karena melibatkan aktor luar negeri, tentu karena film ini tidak hanya dirilis di Indonesia. Java Heat sendiri juga dirilis di Amerika Serikat, sekitar satu bulan lebih lambat dibandingkan tanggal rilisnya di Indonesia.
mungkin, film ini tidak menghadirkan sensasi yang sama dengan The Raid (jika ingin membandingkannya dengan film yang sama-sama mengolaborasikan akting aktor Indonesia dan luar negeri). tetapi bagi Anda yang tidak terlalu menyukai film action namun ingin menonton sejumlah adegan yang cukup seru (seperti saya), Java Heat bisa menjadi film pilihan Anda.

the raid dengan iko uwais nya,, iko uwais artis lokal,, beberapa orang memang mengiranya artis luar,, jangankan di blog,, di majalah dibilang dari thailand -_-
ReplyDelete