Monday, March 10, 2014

untuk manusia, dari manusia

manusia kerap mengatasnamakan hal lain untuk menutupi kesalahannya.
membunuh ratusan orang dengan mengatasnamakan agama?
mengakhiri nyawa seseorang karena alasan cinta?

maaf jika aku bukan hamba Tuhan yang setia,
maaf juga jika aku terlalu naif.
tapi apa benar agama pernah mengajarkan untuk membunuh orang dan menumbuhkan perasaan bangga atas perilakunya?
apa pantas nyawa seseorang hilang karena alasan cinta yang tidak masuk akal?

bukankah agama hadir untuk mengajarkan kebaikan?
bukankah cinta ada untuk membuat orang lain bahagia?

aku sedang tidak merasa paling benar, tetapi manusia seperti itu telah kehilangan akalnya. ia menjadi buas dan tak terkendali, melakukan hal-hal yang menghempaskan harapan hidup.

tapi maaf, dan tolong, jangan atasnamakan hal yang sebenarnya baik.

--
ini hanya pandangan dari seseorang yang juga manusia, kepada manusia.

No comments:

Post a Comment

if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: