Wednesday, October 16, 2013

untukmu, dari suatu sudut di musim gugur

kamu pasti tahu Oktober ini bagai mimpi bagiku. dari asal berucap, hingga ku menjejakkan kaki di negeri berkepala ratu ini. tak menyangka? tentu. bahkan kegembiraanku takkan bisa terluapkan melalui kata-kata. ia membuncah dalam hati, seperti membuka botol soda yang telah terguncang. pelan kemudian berubah menjadi gerakan yang cepat... gelembung-gelembung soda itu meluap. perasaan itu terjadi berulang-ulang di balik rusuk.

orang-orang bilang aku beruntung. terutama mereka yang dengan senang hati mengizinkanku tinggal di rumahnya. seharusnya di musim gugur ini, angin menderu kencang. cuaca tidak akan mendukung untuk sekedar berjalan-jalan di taman. namun kali ini, matahari bersinar dengan teriknya. kian lama, ini membuatku tidak terasa asing dengan suhu yang bahkan mencapai empat derajat Celcius.meskipun dinginnya masih menusuk tulang, namun bertemu dengan panas matahari membuatku senang.  ada yang bergurau bahwa Inggris menyambutku dengan hangat. ah, apapun alasannya, aku bahagia.

di sini menyenangkan. semua tampak bersih, hijau, dan teratur. tak kutemukan manusia ugal-ugalan di jalan, kaleng kopi yang berserakan, atau hewan peliharaan yang berkeliaran tanpa pemilik. semua orang tampak mandiri, bahkan hingga orang lanjut usia sekalipun. aku melihat sebuah peradaban yang lebih baik; yang tentu harus dibayar dengan nilai tukar yang jauh lebih tinggi.

matahari datang terlambat di setiap paginya. hampir setiap pagi aku bertemu dengan keheningan dan langit yang gelap. satu jam menunggu, kegelapan itu berganti menjadi biru terselubung kabut, diiringi nyanyian berbagai burung yang tak aku ketahui jenisnya. mereka datang setiap pagi di kebun untuk mencari makanan yang tak pernah absen disediakan. kadang aku menemukan ayam liar mencoba peruntungan yang sama. orang rumah berkata bisa saja aku melihat rusa mencari apel di malam hari, dengan jarak dua meter dari jendela rumah. hanya saja, aku belum seberuntung itu.

padang rumput dan pohon-pohon yang mulai menguning menjadi pemandangan sehari-hari di sini. aku melihat pohon oak yang sebelumnya hanya kuketahui lewat buku. bisa saja aku memetik sesuka hati, mereka tak berhenti berbuah hingga musim dingin tiba. sapi, kuda dan domba adalah hal yang lazim kulihat ketika melintasi jalan raya. mereka merumput hingga buncit di padang rumput yang terbentang di sisi jalan, hanya berbataskan semak-semak.

jika kamu pergi ke sisi pantai, ratusan burung seagull berterbangan ke sana kemari tanpa rasa takut akan manusia. dan black bird tidak pernah absen, mereka ada di mana-mana. suara-suara seagull terdengar nyaring di telingaku. mereka terbang di atas pantai dan bertengger di tiang lampu jalan. mereka juga bertebaran di taman kota untuk mencari makan.

kemudian aku percaya bahwa pergi ke Inggris bukanlah semata-mata mengenai London. Bagian selatannya juga menarik untuk dijelajahi; Eastbourne, kota yang tampak lebih tua dari kota lain, Brighton, atau Kent. tapi memang harus akui, London adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi. rasanya kamu bisa menemukan semua hal yang kamu cari; sejarah, hiburan, berbelanja, atau membaur di antara ribuan manusia dengan berbagai agendanya. menumpang di double dekker bus jika terlalu jauh untuk berjalan kaki, atau mencoba underground.

yang aku gemari dari Inggris adalah arsitektur rumahnya yang tampak vintage; menggunakan batu bata, kayu, atau bahan lain yang bercatkan warna pastel. mereka tampak hangat di musim dingin dan ramah bagi siapapun yang mengunjunginya.

Inggris memang indah. namun tetap rasa rindu akan rumah dan orang-orang tersayang menyusup ke dalam sukma. akan jauh lebih menyenangkan jika bisa berada di sini bersama mereka. ketika aku melihat kekeluargaan di sini, pikiranku menerawang akan apa yang sedang kami lakukan bila sedang di rumah. ketika aku melihat para pasangan dalam kereta yang membawaku dari London ke Robertsbridge station, aku memikirkanmu. lebih tepatnya, sangat menyenangkan jika bisa menikmati kesempatan seperti ini bersamamu.

tak lama lagi kita akan berjumpa. meski kamu harus bersabar karena tanganku sudah tak sabar untuk merengkuh keluarga tersayang terlebih dahulu. bersabarlah.

Inggris pasti kurindukan suatu saat nanti. namun yang selalu kurindukan adalah rumah, keluarga, kamu.. dan para sahabat.


salam hangat,


wanita tercerewet di dunia-mu


Great Buckstepe Oast
Bodle Street Green, Herstmonceux, Hailsham
East Sussex, England

ps: hari ini hujan, jadi doakan besok cerah kembali ya!




















1 comment:

if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: