aku selalu mengagumi mereka yang muda dan cinta budaya. mungkin karena aku sendiri bukan pemudi yang mampu melestarikan budaya. aku tak bisa menari, aku tak bisa menjahit.
sewaktu aku duduk di SD, aku masih menyukai lagu-lagu Bali. namun sejak SMP, selera musikku pun berubah. lagu Bali mulai jarang kudengar. dan seiring dengan itu, aku merasakan ada perubahan yang tampak dari budaya anak-anak seumurku.
sepengamatanku, mungkin tidak banyak remaja yang kini berkutat dengan budaya. seberapa banyak mereka yang masih menyanyikan lagu Bali sehari-hari? begitu pula dengan penari. banyak kukenal teman yang dulu jago menari, namun seiring mereka dewasa mereka semakin jarang melakukannya.
kalau untuk berbahasa, mungkin sebagian besar masih menguasainya. tapi apakah kita bisa berbahasa Bali dengan baik? atau hanya sekedar berucap sapa?
mungkin ini salah satu contoh yang terjadi dari tempat asalku. mungkin saja ini juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. tak dapat dipungkiri ini adalah salah satu dampak globalisasi. aku tak munafik aku pun terbawa arus globalisasi, namun sungguh, aku masih ingin budaya tempatku lestari.
meski bukan aku yang berhasil melakukannya, namun sungguh ku bangga melihat mereka yang menjiwai budaya daerah, tanpa mengenal usia.
aku mendukungmu berjuang, penerus budaya :)
No comments:
Post a Comment
if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: