saya memang menyukai film animasi dibandingkan dengan film drama comedy, terlebih lagi film action dan horor (the last one is a big NO). kali ini, saya akan me-review film animasi yang tengah tayang, yakni Frankenweenie.
Title: Frankenweenie (Based on Frankenweenie Film by Tim Burton in 1984)
Directed by: Tim Burton
Starring: Charlie Tahan, Frank Welker, Winona Ryder, Catherine O'Hara, Martin Short, Martin Landau, Robert Capron, Atticus Shaffer
Distributed by : Walt Disney Pictures
Release date(s): September 20, 2012 (Fantastic Fest), October 5, 2012 (United States)
Running time: 87 minutes
Country: United States
Language: English
(Information Source: Frankenweenie - Wikipedia)
well, dari posternya yang bernuansa hitam putih, seharusnya kita sudah tahu bahwa selama 87 menit ke depan film ini sepenuhnya akan berwarna hitam putih semata. tentu saja steorotype bahwa film hitam putih itu jadul dan membosankan harus dihapuskan, toh nyatanya film yang dihadirkan dalam nuansa ini adalah film animasi yang sudah dikenal akan kemampuannya untuk sekedar menghibur penonton.
film ini bernuansa hitam putih karena tak lepas dari hal penting bahwa film ini adalah remake dari film yang sama, oleh sutradara yang sama di tahun 1984. dari judulnya, kita tentu sudah bisa menebak bahwa film ini memiliki titik kesamaan dengan film Frankenstein, yang sudah terlihat dari posternya. karakter utama film ini (Sparky) memiliki penampilan serupa dengan Frankenstein yakni penuh goresan di sekujur tubuh dan memiliki baut di bagian leher, serta beberapa bagian yang ditambal. kemiripan ini bukanlah hasil keisengan tim produksi semata, karena Frankenweenie ini memang parodi dari film Frakenstein yang muncul pada tahun 1931.
cukup unik ketika produser memadukan nuansa film hitam putih ini dengan teknologi 3D. format film ini memang dihadirkan hanya dalam format 3D, yang pastinya masih memiliki daya tarik bagi penonton untuk menyaksikan gambar yang nampak nyata dan menembus layar lebar. hanya saja sepanjang sepengamatan saya, tidak terlalu banyak efek 3D yang ditonjolkan kecuali subtitle yang muncul setiap saat. sayang sekali, eh?
Frankenweenie menceritakan tentang Victor, yang sangat sedih ketika anjing kesayanganya alias Sparky meninggal tertabrak mobil. pada saat yang bersamaan, ia mendapat ide untuk membangkitkan kembali Sparky dengan aliran petir, seperti apa yang ia dapatkan ketika pelajaran sains bersama guru barunya. dan ternyata, eksperimen Victor berhasil; Sparky hidup seperti sedia kala hanya saja dengan penampilan yang lebih buruk.
kekacauan bermula ketika science fair di sekolahnya akan diadakan, dan semua siswa ribut akan apa yang dapat mereka kerjakan untuk memperoleh juara. di saat seperti itu, rahasia bahwa Sparky hidup kembali terbongkar oleh teman Victor, yakni Edgar. Victor terpaksa memberi cara menghidupkan binatang kepada Edgar agar keberadaan Sparky tidak ketahuan. sayangnya rahasia itu akhirnya bocor karena ulah Edgar dan teman-teman Victor pun akhirnya menemukan eksperimen Victor. mereka mencoba melakukan hal yang sama, tapi sayangnya mereka justru menimbulkan masalah di kota New Holland.
ada beberapa kekurangan dalam film ini, menurut saya. ada beberapa potongan adegan yang terlihat potensial namun justru tidak ada adegan lanjutan yang mampu menyampaikan akibat dari adegan sebelumnya. misalkan, ada adegan walikota New Holland - tetangga sebelah Victor - yang tidak menyukai Sparky karena selalu berkeliaran di kebunnya. adegan yang tampak menimbulkan persepsi ke penonton bahwa ia akan melakukan cara apapun untuk memberi pelajaran kepada Sparky, namun nyatanya ia tidak melakukan apa-apa sampai puncak kekacauan di kota. ia juga sebenarnya telah melihat Sparky yang seharusnya sudah mati tapi berkeliaran di kebunnya, namun tidak ada adegan yang menunjukkan rasa keanehannya atau rasa ingin mencari tahu. rasa-rasanya persepsi penonton memang sengaja diabaikan sampai akhirnya kerusuhan di kota muncul. adegan yang disajikan jadi terasa nanggung dan hanya sebagai tambahan adegan.
ada juga adegan ketika Edgar mengatakan bahwa ikan yang dihidupkannya (ikan tembus pandang) tiba-tiba tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Edgar mengatakan kemungkinan bahwa binatang yang telah dihidupkan dengan listrik akan tetap habis masa hidupnya. Victor pun langsung panik dan mencari Sparky, dan mendapati Sparky masih hidup. sehingga tidak jelas apakah benar suatu saat binatang yang dihidupkan bisa mati sendiri atau ada alasan lain kenapa ikan miliki Edgar tiba-tiba mati, misal karena tidak dialiri listrik lagi.
yah demikian mungkin kekurangan film ini menurut saya. adegannya yang mungkin seharusnya bisa menjadi bumbu justru hanya ditampilkan sepotong-sepotong, dan menimbulkan ketidakjelasan cerita. oh ya, komedi yang ditawarkan juga biasa aja, I mean porsinya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu lucu. mungkin ini karena terbentur dengan genre lain yang ia padukan, yakni horror family film. sebenarnya, film ini dirancang untuk menjadi 3D stop motion comedy-horror family film. Tim Burton justru lebih mampu memainkan emosi penonton untuk ikut merasakan kesedihan Victor dalam mempertahankan Sparky. dan menurut saya, dalam hal ini Tim Burton berhasil untuk membuat penonton merasa sedih di beberapa scene.
untuk ending-nya? sudah pasti tertebak bagaimana ending film animasi yang notabene bisa disaksikan oleh semua umur.
bagaimana? mungkin kamu punya penilaian sendiri? atau mau menonton trailer-nya terlebih dahulu? :)
Frankenweenie - Trailer (By WaltDisneyTrailer)
selamat menonton dan me-review kembali!

No comments:
Post a Comment
if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: