Monday, November 7, 2011

cross your heart, dear

senja itu, sepasang sahabat tengah menonton film animasi, dengan nuansa comedy romance. film yang menceritakan tentang cinta sejati, tentang bagaimana sang pria selalu mencintai wanitanya dengan berbagai cara, bahkan ketika sang wanita telah tiada, ia tetap berjuang untuk mewujudkan mimpi mereka dahulu.
sepasang sahabat itu, katakanlah si gadis dan si lelaki menyaksikan film itu dengan anteng, dan sesekali si gadis menangis ketika melihat adegan yang mengharukan. bahkan ketika film telah usai, si gadis tetap menangis.
si lelaki hanya tersenyum kecil, berusaha memahami bahwa gadis yang di sampingnya ini memang gadis yang mudah tersentuh. ia terus menenangkan gadis itu dengan berbagai cara, mengusap air matanya.
gadis itu memang tersentuh dengan cerita film tersebut. namun bukan itu yang membuatnya menangis. bukan. melihat kisah cinta sejati di film itu, ia menyadari betapa besarnya rasa sayang si lelaki itu kepada dirinya. sangat besar. dan mungkin, ia tak pernah melihat rasa sayang seperti itu sebelumnya. tunggu dulu, apa jangan-jangan seperti inilah cinta? cinta yang amat dalam dari si lelaki tersebut terhadap dirinya?

pikirannya melayang jauh. membayangkan apa jadinya ia tanpa si lelaki itu. lelaki yang selalu ada untuknya, menjadi sandarannya, yang memperhatikan detail kehidupannya, lelaki dengan rasa sayang yang amat sangat dalam terhadap dirinya...
si gadis menangis semakin menjadi-jadi. entah mengapa ia merasa begitu takut dan sedih. ia takut akan kehilangan sosok lelaki tersebut. si lelaki kebingungan melihat kesedihan di mata gadis itu. maka si gadis berusaha untuk menghentikan tangisnya, dan berbicara dengan pelan, pelan sekali.
"jangan pergi, dan jangan pernah pergi dariku." si gadis menggenggam erat tangan si lelaki.
"iya, aku janji."
"janji?"
"iya," si lelaki tersenyum tulus. "cross your heart," ujarnya menirukan dialog di film tersebut. ia pun menyilangkan tangannya di dada kirinya.
si gadis melakukan hal yang sama. ia meraih si lelaki ke dalam pelukannya. ia selalu merasa aman ketika bersama si lelaki. ada kenyamanan sendiri ketika mampu menghirup aroma tubuhnya.
"apapun yang terjadi..." si gadis kembali berbicara. "bagaimana pun akhir hubungan kita, tetaplah seperti ini. tetaplah di sampingku," ia memohon. ada rasa sesak ketika ia mengatakan hal itu.
si lelaki tampak ragu, lalu ia menjawab, "semoga aku bisa tetap seperti ini kepadamu,"
si gadis kembali menangis. "berjanjilah," ujar si gadis dengan suara parau.
"iya, aku janji," kali ini si lelaki tampak yakin dengan jawabannya. "aku takkan pergi meninggalkanmu, aku kan kakakmu," ia tersenyum.

si gadis pun merasa lebih tenang. dalam hatinya, iya bersyukur karena mempunyai si lelaki tersebut dalam hidupnya. seorang sahabat, seorang kakak.. dan seorang pencinta dirinya. sisi egoisnya tengah tinggi, iya ingin si lelaki tetap seperti ini sekalipun mereka tidak akan bersama dalam satu perasaan. sama seperti si lelaki, si gadis pun menyayangi lelaki itu dengan sangat, meski kini ia tengah berpikir kemana rasa sayang ini akan membawanya. dan ia sangat berharap semoga mereka bisa tetap bersama sampai renta, entah itu dengan keadaan yang mereka jalani sekarang... atau mungkin, berubah menjadi suatu jalinan asmara.
gadis itu tersenyum. ia yakin, kelak mereka akan tetap bersama. bagaimanapun keadaannya. seperti janji yang telah mereka patri dalam hati.

untukmu, my best man. how i feel lucky to having someone like you :)

No comments:

Post a Comment

if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: