Monday, October 17, 2011

reach the limit

cuek, belum tentu punya kesabaran tingkat dewa.
kesel? sama, aku juga bisa kesel. ketika aku sudah mencoba mengerti watakmu tapi kamu nggak bisa nerima kebiasaanku.
setiap orang beda, bung. apa yang kamu lakuin belum tentu kamu dapetin dari orang lain. jangan menyamakan ekspektasi, sikap dan pikiranmu sama orang lain. it will be hard, or may never.


maaf karena aku tidak bisa mencurahkan seluruh perhatianku padamu. but hey, what's wrong? didn't you used to be like that? aku menganggapmu someone special bukan sebulan belakangan ini, but it has been since a long time ago dan aku dulu tetap memperlakukanmu dengan normal, bukan? apa karena aku baru menyatakan kau adalah someone special dan sekarang kau seolah ingin menagih bukti akan perkataanku?
ya, mungkin kau kini tidak percaya akan hal itu. biarlah, mungkin memang caraku menyampaikannya tidak seindah ekspektasi di kepalamu itu. aku sudah terbiasa bersikap seperti ini kepadamu bung, sejak dulu. mungkin cukup Tuhan yang tahu bagaimana aku menempatkanmu dalam hidupku. menjelaskan pun tak akan mampu merubah anggapanmu.


you said I don't get it but you also don't get it. no one of us get it.


entah sudah keberapa kalinya kita ribut seperti ini. but now, I really need more time and space to be alone. alone. just let me think and get it all. it's not a promise but it's what I'm gonna do.


anyway, aku juga manusia biasa. sama sepertimu.


yah, gerimis deh.

No comments:

Post a Comment

if you have any comment or suggestion, please kindly to write it below: